Ga kerasa Agustus udah abis. ga kerasa sudah menginjak bulan favorit sayah sepanjang tahun (September). ga kerasa udah pertengahan bulan Ramadhan. ga kerasa sayah tambah ganteng…
Kebetulan dalam 1 bulan ini cuman dua kali nonton film di bioskop. dan dua-duanya asli film Indonesia. yang pertama Merantau dan kedua Merah Putih.
Tema action yang diangkat kedua film ini, merupakan angin segar diantara film-film Indonesia sekarang yang menjual tema ‘panas’. Kalau sayah perhatiin tema yang gampang laris cuman ada 2. kalau ga horor ya komedi. Terus biar makin laris di tambahin bumbu ’sensual’, artinya si artis pamer sensualitas, pake baju seksih, terus ada adegan panas. mbok ya…kalau bikin film ituh konsisten temanya. kalau horor ya horor, kalau komedi sensual ya komedi sensual. jangan di campur-campur, sayah kan jadi ga bisa nonton kalo ada bumbu-bumbu horornya.
Merantau

- Iko Uwais | Merantau
Inti ceritanya, si Yuda (Iko Uwais) akan merantau dari Minang ke Jakarta. Merantau sendiri adalah, adat istiadat yang mengharuskan lelaki dewasa untuk meninggalkan kampung halamannya. jadilah si Iko eh si Yuda berangkat ke Jakarta, berbekal ilmu silat beberapa lembar rupiah dan segenggam uang receh (ga penting banget dijelasin).
Sesampai di Jakarta Yuda ketemu Astri (Siska Jesica) yang -menurut sayah- cantik dan manis. Sayang kerjanya di klub malam sebagai penari seksi. Astri terus di culik oleh penjahat, Yuda mencari Astri. berantem sana, berantem sini. hantam sana hantam sini. gebok sana gebok sini. colek kiri kanan. bacok atas bawah. akhirnya ketemu bos mafia human trafficking . Setelah lawan bos akhirnya Yuda mati gara-gara di tusuk dari belakang. Astri nangis. Terus pulang ke kampungnya Yuda di Minang.
Walau ceritanya sederhana, tapi suguhan action yang di sajikan amat sangat memukau. sampe bikin ngilu sebenernya. pokokna mah beda ama action jaman dulu yang di bintangi Barry Prima atau Advent Bangun. mungkin film ini lebih mirip ama film Ong Bak (Thailand). ga nyesel nonton film inih, bagus pisan. apalagi ada si cantik Sesika Jessica.

- Siska Jesika
ehem..ehem…ehem…cantik banget sih. emang film yang layak tonton.
. oh iyah Siska Jesika juga punya blog loh. blognya di sinih
next movie is Merah Putih
Merah Putih
dari judulnya udah ketauan, pasti ini film perjuangan. settingnya tentu saja di jaman kemerdekaan. kisaran tahun 1947 kalau ga salah.

- Merah Putih
Alkisah pada jaman itu Indonesia sudah merdeka, (yang berita kemerdekaannya di sebarkan melalui radio yang towernya ada di kampus sayah). Belanda balik lagi dengan tujuan ingin menjajah kembali. ya iyalah masa gelar konser dangdut akbar. Terjadilah peperangan di seluruh wilayah Indonesia, terutama di pulau Jawa yang merupakan basis pemerintahan RI.
Di Jawa berkumpul lelaki gagah berani yang siap mempertahankan kemerdekaan. Awalnya konflik karena perbedaan agama dan status sosial sempat muncul di awal-awal film ini, terutama antara Darius dan Doni Alamsyah. tapi mereka sadar, musuh sebenarnya adalah Belanda bukan perbedaan suku atau agama dalam bangsa ini. film ini di bintangi oleh Lukman Sardi, Doni Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, T Rifnu Wikana, Rudi Wowor dan Rahayu Saraswati D
Walau bertema perang kemerdekaan, jangan berharap kita akan melihat adegan perang seperti di film Saur Sepuh, Tutur Tinular atau Brama Kumbara. Yang panglima perangnya pake kuda, bawa keris terus mati gara-gara pantatnya ke tusuk panah.
Adegan perangnya cuman 2 kali kalau ga salah. yang pertama pihak Indonesia kalah gara-gara di serang pas lagi pesta (kalau sekarang mungkin mirip dangdutan di Kodam Jaya). Perang kedua Indonesia menang setelah minta bantuan penduduk sekitar yang langsung jago nembak setelah di ajarin 5 menit (namanya juga film). tapi kedua ‘perang’ tersebut masih dalam skala kecil. mungkin skala besarnya bisa kita liat di sequel selanjutnya. memang film ini akan di liris dalam 3 bagian alias Trilogi, seperti Lord Of the Ring.
Menonton film ini jadi teringat film Saving Private Ryan yang di bintangi Tom Hanks. Walau gosip2nya, yang ngerjain special effect di film ini merupakan orang yang sama.
film yang cukup bagus, penuh dengan pesan moral. walau banyak yang bilang film ini jelek atau ga sesuai harapan. tapi jauh lebih baik dari pada film-film horor yang hantunya muncul pas pemeran utamanya lagi mandi.
maju terus perfilman Indonesia.
nb : Penulis adalah pembenci film horor






