Seorang bocah laki-laki, dengan rambut klimis, sedikit manis, tidak berkumis, dan jauh dari hal-hal najis. Berdiri menatap gerbang sekolah dengan penuh keyakinan dan semangat baru. dalam hatinya berkata “hari ini sayah resmi siswa SMP, selamat tinggal masa-masa seragam merah putih”
Dengan langkah pasti masuk menuju lapangan di mana teman-teman sebayanya sudah berkumpul. Sekitar 240 orang bocah dengan tampang innocent berbaris dengan rapi mendengarkan ceramah dari bapak kepala sekolah
Setelah basa basi , saatnya pembagian kelas. Pembagian kelas sendiri merupakan hal yang amat sangat menentukan, apakah satu tahun kedepan mereka akan tergabung dengan kelas yang isinya siswa-siswa jenius dan pulang sekolah berpikir untuk ikut les di tempat bimbel. Atau sekelas dengan siswa yang pulang sekolah berpikir untuk ikut tawuran dengan SMP terdekat.
Satu persatu nama di panggil oleh guru, dimulai dengan kelas 1A. Konon katanya kelas ini merupakan kelas unggulan. isinya pun siswa dengan bibit-bibit unggul (kaya padi yah….!!).
Selang beberapa nama, guru olahraga memanggil sambil terbatuk-batuk “uhuk….uhuk.c.uhuk…Andhika…masuk 1A”
Benarkah nama sayah yang di panggil??walau ragu sayah pun masuk ke kelas 1A.
Beberapa menit kemudian kelas telah terisi penuh. sayah mulai menebarkan pandangan, dalam hati “jadi ini temen2 sekelas sayah yang baru”. nampak pintar-pintar, ada juga sih yang manis. mungkin sepulang sekolah bisa kenalan terus pulang bareng, siapa tau searah. ehem…ehem…
Karena masih masa MOS/OSPEK, jadi yang masuk bukan guru. Tapi senior kelas 2 atau kelas 3. Senior di depan kelas mulai mengabsen ulang. Setelah di absen sayah panik, ko nama sayah ga ada yah, tadi adanya juga Candhika, bukan Andhika. jangan…jangan….
sayah maju ke depan, “Kang, nama sayah ko ga ada yah?”
“nama kamu siapah?” kata si Kang
“Andhika kang…”
“Andhika?di sini adanya Candhika….kamu cewek apa cowok?”
Sekelas langsung ketawa….
“sayah cowok kang…tulen”
“oh cowok yah” kata si Kang.
sekelas masih tertawa….siyal hari pertama di bangku SMP udah di ketawain.
Masa ga liat apah sayah pake celana pendek bukan pake rok. lagian tampang sayah jelas-jelas ganteng, walau belum berjakun. apa perlu sayah buka celana di depan kelas demi membuktikan sayah cowok.
“ya udah ikut saya, kita cari kamu di kelas mana” kata si Kang
Sayah pun keluar dengan muka merah dan kepala tertunduk, meninggalkan mantan calon temen sekelas yang masih tertawa terpingkal-pingkal. setelah keliling beberapa kelas ternyata sayah masuk di kelas 1D. not bad lah, setidaknya sayah terdaftar di kelas ini dengan nama Andhika dan berjenis kelamin laki-laki.
1 minggu berlalu. Saatnya pembagian seragam baru.
Dapet juga baju SMP. sudah membayangkan pake baju putih-biru, terus berharap dapet celana sontog. Sontog itu artinya celana pendek yang panjangnya sampai kelutut. kalau bisa mah di bawah lutut 5cm. jadi biar keliatan gaul kalo pake calana sontog. berkebalikan dengan cewek-cewek yang berharap dapet rok ketat dengan panjang di atas lutut 5cm. ironis memang, padahal peraturan resminya untuk cowok diatas lutut 5cm sedangkan cewek di bawah lutut 5 cm.
Selesai di bagikan, beberapa temen ada yang langsung membukanya. sayah pun ikut-ikutan saking penasarannya. Baju seragam normal, ukuran M. terus liat celana, wow…nampak cukup panjang. dalam hati udah seneng. Asyik dapet celana sontog. tapi setelah diamati, loh kok ada yang aneh..? bolongnya cuman satu. kalo celana kan bolong nya dua. temen sebangku sayah tanpa perasaan langsung teriak sambil tertawa
“HAHAHAHA…si Dhika dapet rok, hahahahahaa…..cocok lah. hahahaha”
sekelas tertawa, sayah pengen nangis….




