“yang…hujan, turuuuun lagi…di bawah payung hitam ku berdiri” Ratih Purwasih- Antara Benci dan Rindu-
ketik REG(spasi)LAWAS untuk mendapatkan ringtone ini di HP anda.
Akhir-akhir ini sering banget ngeliat iklan diatas, kayanya hampir ada di tiap stasiun TV. kalau buat anak-anak muda jaman sekarang sih, pasti ga tertarik ama lagunya. “lagu siapa sih itu” atau “lagu jaman daun lontar yah?”.
Beda dengan orang tuanya, “kalo denger lagu lawas jadi inget dulu waktu pacaran ama si mamah”, atau “jadi inget dulu boncengan ama mamah naek motor terus jatuh di tikungan” (real story).
Walau ada juga beberapa temen yang suka ama lagu-lagu lawas atau Oldies. seperti Ridho (dari mulai Rhoma Irama ampe Pancaran Sinar Petromak). Kalau saya sih lebih suka lagu-lagu seperti The Beatles, Bee Gees, Earth Wind and Fire, sampai Gombloh. sempet di protes ama my precious one, “lagu aki-aki di denger, dasar aki-aki” (siyal…!!).
Sejarah selalu berulang….termasuk juga lagu
Sudah banyak lagu-lagu yang di recycle, di daur ulang, atau lagu lama di nyanyikan kembali.
Mulai dari lagu Nuansa Bening yang sekarang di nyanyikan kembali oleh pendatang baru Vidi Aldiano. pertama kali denger lagu ini ada perasaan kayanya ini lagu lama. pas nanya ke si Papah, “iya, ini dulu lagunya Keenan Nasution”. tanpa pikir panjang langsung cari lagunya di 4shared.com , terus di donlot. langsung di dengerin lagu Nuansa Bening versi Keenan Nasution. lebih enak yang asli ternyata, soul nya lebih dapet, ini pendapat subjektif sih. kalo kata adik sayah, “aneh pisan musik nya”. pendapat orang emang beda.

- Keenan dan Vidi
Kalau Nuansa Bening antara versi Vidi dan Keenan terpaut belasan taun. Beda dengan lagu Gelora Asmara, ternyata lagu ini juga lagu recycle. sebelum dinyanyikan oleh Derby, lagu ini di bawakan oleh grup bernama Groove Bandit pada tahun sekitar 2005/2006. Jika versi Derby rada-rada ngePop, sedangkan Groove Bandit kental nuansa disko. kalau dengerin versi ini jadi mau ajep-ajep.
Banyak juga lagu recycle yang berasal dari lagu “tidak begitu lawas”. Selain Gelora Asmara ada lagu Aku Pasti Kembali, sebelum oleh Pasto lagu ini di nyanyikan oleh Ratu (dengan formasi Maia dan Mulan) dengan jeda sekitar 3 tahunan. tapi ternyata lagu ini lebih populer setelah dibawakan Pasto.
contoh lain, ada lagu Bukannya Aku takut. lebih populer setelah di bawakan oleh grup band Juliete dan Mulan Jameela. sebelumnya lagu ini dibawakan oleh grup bernama TBK. lagu Kekasih yang Tak dianggap lebih dikenal setelah dinyanyikan oleh Pingkan Mambo daripada Kertas Band. Luna Maya (pacar sayah dalam mimpi) juga ikut-ikutan nyanyi sekarang, lagu nya band Hijau Daun yang judulna Suara. walau cara dia nyanyi ’suara’ ga penting, yang penting teteup enak di liat lah. hehehe. dan masih banyak lagi contoh lainnya. kalau di sebutin satu-satu sayah juga lupa.
Tapi ga semua lagu recycle lebih sukses dari pada pendahulunya. ada juga lagu recycle yang kalah pamor ama versi penyanyi asli. mungkin karena feel nya ga dapet atau selera pasar tidak mendukung.
selera pasar sekarang memang cenderung ke arah lagu-lagu melayu. Mungkin semenjak Kangen Band, dunia permusikan mulai gonjang ganjing. muncul band-band dengan aliran “serupa tapi tak sama”. lagunya juga gitu-gitu ajah. nada nya juga mirip-mirip. chordnya juga mirip, kalo dari C terus ke Aminor, lanjut Dminor terus ke G. terus ajah kaya gituh sampe akhirnya ke Cminor. (ini mah lagu band Kuburan yah). pokokna kalau denger lagu-lagu sekarang jadi inget lagu band Exist yang terkenal lewat lagu Gerimis Mengundang. “kusangkakan….panaaas…berpanjangaaaan, rupanya gerimis…rupanya gerimis…mengundang…aa..aa.aa..aa “.
Selanjutnya kalau tadi alirannya gitu-gitu ajah. ini mah lebih esktrim. liriknya gitu-gitu ajah. lagu Melly yang judulna “I Just Wanna Say I Love U“, lirikna gitu-gitu terus sampe akhir lagu. bisa jadi ini lagu paling irit sedunia. serasa ga mau kalah ama Luna Maya, Olga juga nyanyi sekarang. dengan judul ‘Hancur Hatiku‘. lirikna…yaa gitu-gitu ajah. “Hancur..hancur…hancur…hancur…hatiku….hancur..hancur…hancur..hancur…hatiku…” gitu terus sampe akhir reff. di akhirnya cuman di balik jadi “hatiku hancur…“. sungguh lagu yang ‘berat’.
saking susahnya kali yah bikin lagu yang sesuai selera pasar, jadinya klo ga lagu recycle ya lagu dengan lirik irit seadanya. Sayah sendiri kalau suatu saat ada perusahaan rekaman yang menawarkan untuk membuat album komplikasi, single andalannya pasti lagu recycle dengan lirik gitu-gitu ajah. liriknya kaya ginih..
“kebelet pipis…kebelet pipis…kebelet pipis papah. kepengen pipis…kepengen pipis..kepengen pipis…papah” di ulang sebanyak 100x. (kalau ga salah dulu yang nyanyi ini anak kecil namanya Cicio, rada-rada lupa sayah juga bener ga liriknya kaya gituh)
setelah proses mixing (pake mixer kue) dan re-aransemen (pake semen Holcim) jadi deh album komplikasi. yang kalo di edarkan menyebabkan penyakit komplikasi bagi pendengarnya. mulai dari telinga berdarah, panu, kadas, kurap, centingan jempol kaki, rambut rontok, kejang-kejang di malam hari sampai gatal-gatal di daerah *maap* kemaluan. pokokna mah albumnya bakal sensasional bagi kelangsungan hidup umat manusia. contoh cover seperti ini.

- Album Komplikasi
ada yang mau beli??
sumber :
http://iustartanto.wordpress.com/
nb : penulis bukan ahli bidang musik apalagi ikut sekolah musik, maen gitar pun cuman bisa doremi.











