“ibu kita kartini putri sejati…putri Indonesia, harum namanya…”
Walau tanggal 21 udah lewat, tapi karena masih bulan April jadi masih kerasa lah suasana hari Kartininya. malah ada yang bilang kalau bulan April ituh bulan emansipasi. kalau bulan Mei bulan apa dong?

- R.A Kartini
Kenapa tanggal 21 di rayakan sebagai Hari Kartini sampai bulannya pun di sebut bulan emansipasi?
R.A Kartini sendiri lahir pada tanggal 21 April, tepatnya di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879. Karena jasa-jasanya terhadap kaum perempuan pribumi pada masa itu (dan pengaruhnya sampai masa sekarang), maka hari kelahirannya pun di rayakan sebagai Hari Kartini.
Yang jadi pertanyaan sayah, apakah pahlawan wanita di masa itu hanya Kartini ? adakah wanita lain? ada tapi hari kelahirannya tidak layak di rayakan?
Kembali ke Kartini. sebetulnya jasa-jasa apa sajah yang sudah di berikan oleh Ibu Kartini terhadap bangsa ini, terutama perempuannya. Menurut tante Wiki, pemikiran-pemikiran Kartini pada masa itu sangatlah maju dan menjunjung tinggi kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. pemikiran-pemikiran beliau tertuang dalam sebuah surat - hasil korespondensi antara Kartini dan beberapa temannya di Belanda- . Inti dari surat itu tentu sajah bukan ajang bergosip dan membicarakan kegantengan menir-menir Belanda, tapi dalam surat tersebut, Kartini sangat menginginkan perempuan pribumi bisa mendapatkan kehidupan yang layak terutama pendidikan. Wajar, pada masa itu tugas perempuan pribumi hanya menunggu di pingit, melahirkan, ngurus anak dan nunggu suami pulang dari istri yang lain (alias di madu). perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena ujung-ujungnya juga di madu. lain dengan di Belanda, disana hak perempuan sama dengan hak yang di dapat oleh lelaki (ga tau yah kalo urusan madu-memadu).
Saat Kartini meninggal, beliau meninggal saat masih sangat muda, pada umur 25 tahun. Surat-surat tersebut di kumpulkan oleh Mr. J.H. Abendanon kemudian terbitlah buku dengan judul “Dari Kegelapan Menuju Cahaya” yang oleh balai pustaka diterbitkan kembali dan lebih kita kenal dengan sebutan “Habis Gelap Terbitlah Terang”. buku tersebut tentu sajah meraih best seller pada masa itu, sampai cetak ulang beberapa kali.
Bagaimana dengan Pahlawan Wanita lain?

- Dewi Sartika
kenal Dewi Sartika? asal Jawa Barat dan penggagas sekaligus pendiri sekolah khusus perempuan yang dikenal dengan sekolah Keutamaan Istri. Di sinyalir sebagai sekolah khusus perempuan pertama di Hindia Belanda.

- Tjoet Nyak Dien
Siapa yang tidak kenal dengan Tjoet Nyak Dien. pahlawan asal Aceh yang berperang melawan penjajah Belanda, yup..beliau benar-benar berperang dengan mengangkat senjata.
Bagaimana dengan Fatmawati, istri ketiga dari presiden Soekarno. beliau adalah penjahit bendara pusaka yang di kibarkan saat Proklamasi. bukan sekedar menjahit tentu sajah. bagaimana kalau waktu itu ibu Fatmawati salah menjahit. bisa-bisa kita di tuduh menjiplak bendera negara lain.
Kemudian Sajuti Melik, pengetik naskah proklamasi. bayangkan, dari banyaknya tokoh yang hadir di Rengasdengklok, seorang Sajuti Melik yang di tugaskan untuk mengetik. apakah tokoh yang lain tidak bisa menggunakan mesin tik? atau mungkin kalau orang lain bisa terjadi salah ketik. jadi seperti ini;
- Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
- Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
- dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
- Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
- Atas nama bangsa Indonesia.
- TUKIMIN
Dan tentu sajah masih banyak pahlawan-pahlawan wanita lainnya. seperti Tjoet Mutia yang juga dari Aceh, Rohana dari Padang (bukan Rohana Srimulat yah), Nyi Ageng Serang dan lain sebagainya.
Dari sekian banyak tokoh wanita di Indonesia, hanya Kartini yang ‘pantas’ di peringati hari lahirnya. apakah jasa-jasa pahlawan wanita yang lain tidak se nyata perjuangan kartini yang ‘hanya’ menuliskan surat kemudian di buku kan?
Apakah mendirikan sekolah khusus wanita bukan hal yang nyata? apakah menghunuskan ajian Encok Rencong tidak nyata?
Memang pada saat itu ada yang namanya sekolah Kartini dibawah naungan Yayasan Kartini. Tapi, yayasan itu sendiri didirikan oleh Van Deventer, penganut sistem Politik Etis. dan tentu sajah di bawah pemerintah Belanda. Jadi tokoh Kartini ini secara tidak langsung di bentuk oleh tangan-tangan pemerintah Belanda, bukan murni hasil produk dalam negeri. dan masih misteri kenapa harus Kartini…
Menurut sayah wanita-wanita diatas mempunyai jasa yang sama, bahkan lebih dari pada Kartini. lalu, kenapa tidak ada Hari Dewi Sartika atau Hari Cut? atau langsung sajah Hari Ibu juga di liburkan sekalian, esensinya juga hampir sama. sama-sama menghormati wanita dan bahkan terkesan tidak pilih kasih dengan pahlawan Wanita lainnya. lumayan kan kalau Hari Ibu diliburkan, makin banyak deh libur nya. dan kita pun harus mulai memikirkan lomba apa saja yang ada di Hari Ibu.sebaiknya makan kelereng atau balap makan karung??
Tanpa memperkecil jasa R.A Kartini. Kita harus bangga dengan pahlawan wanita dulu. ternyata tidak semuanya lemah seperti yang kita bayangkan sebelumnya.
Selamat Hari Kartini, dan tidak lupa selamat untuk Pahlawan Wanita yang lain. Ide, gagasan, semangat dan perjuangan merekalah yang perlu di terapkan oleh seluruh wanita di Indonesia. tentu sajah bukan dengan cara berbelanja dan berfoya-foya menghabiskan bonus gaji.
sumber :
http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/k/kartini-ra/index.shtml
*Di edit karena ada satu tulisan yang sedikit menyinggung satu daerah. maaf yang sebesar-besarnya





